. SIGN UP
Wasit
Brasil
Amatir

Tikam Pemain, Wasit di Brasil Dipenggal Oleh Para Fan

Ilustrasi wasit (google)
06-07-2013 08:31:17 | Berita Bola amerika latin
2015-03-06 07:58:45
Jhendelyn Nunez bayangan kita langsung tertuju pada perhelatan Piala Dunia di Brasil tahun lalu. Waktu itu wanita seksi yang berprofesi sebagai [...]
2015-02-25 08:45:35
Pengalaman tak mengenakkan dialami eks kekasih mantan pemain Brasil, Romario yang bernama Sonia Monroy saat menghadiri penganugerahan Oscar ke-87 beberapa waktu lalu. Alih-alih [...]
2015-02-24 17:19:59
Kepolisian Brasil menangkap 118 orang, termasuk 19 anak-anak, setelah terjadi bentrokan antarsuporter tim sepak bola Fluminense dan Vasco da Gama [...]

Ada kejadian horor yang terjadi dalam sebuah laga sepakbola amatir di Brasil, ketika para penonton yang marah memenggal kepala wasit, setelah ia membunuh seorang pemain.
Kejadian tersebut terjadi pada pekan lalu di Maranhao, Brasil.

Berdasarkan kabar yang berkembang di Brasil, wasit Otavio Jordao da Silva yang masih berusia 20 tahun, secara brutal menikam seorang pesepakbola bernama Josemir dos Santos Abreu yang berusia 30 tahun, dalam sebuah laga yang berlangsung cukup panas.

Santos Abreu diyakini berdebat lalu memukul wasit tersebut, karena tidak terima dengan keputusan yang diberikan. Diyakini juga kalau sang wasit membawa pisau sepanjang pertandingan, dan pada akhirnya berujung dengan penikaman pemain.

Santos Abreu kemudian langsung dibawa ke rumah sakit, tapi ia meninggal dalam perjalanan karena fatalnya luka tikaman tersebut. Marah akibat insiden itu, beberapa penonton kemudian memutuskan untuk membalaskan dendam pada sang wasit.

Seperti yang dikabarkan, wasit itu kemudian diikat, dipukuli, dilempari batu, dan dipotong menjadi empat bagian. Mereka kemudian menempatkan kepalanya pada sebuah nampan, dan meletakkannya di tengah-tengah lapangan pertandingan.

Salah seorang penonton berusia 27 tahun, Luiz Moraes de Souza, ditangkap pihak kepolisian terkait dengan insiden tersebut. Ia mengaku menyerang wasit malang tersebut, tapi menolak tuduhan sudah membunuhnya.

Sementara itu, pihak kepolisian sampai saat ini masih mencari dua orang tersangka lainnya. Mereka tampak terlihat dalam sebuah rekaman video, yang dibuat oleh seorang saksi mata, yang direkam melalui kamera ponselnya.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh salah seorang delegasi regional dari Santa Ines, Valter Costa, yang juga mengikuti perkembangan kasus tersebut, mengatakan: "Sebuah kejahatan tidak bisa menjadi pembenaran untuk melakukan kejahatan lainnya. Tindakan-tindakan seperti ini, tidak bisa ditoleransi dengan legalitas dari hukum negara."

Oleh: Galih (macanbola)

# Team GD Pts
RESULT
Sporting KC Berharap Bisa Datangkan Van der Vaart
Masa depan Rafael van der Vaart bersama Hamburg saat ini masih jadi tanda tanya. Kontrak kapten Rothosen itu memang akan habis pada akhir musim ini dan belum ada tanda-tanda perpanjangan. Hal ini membuat pemain Belanda itu diincar sejumlah [...]
T F G Y